Senin, 04 November 2013

• SENI RUPA MURNI
a. Seni Murni
Seni murni diartikan sebagai keindahan karya manusia yang dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya.
Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.Seni rupa murni meliputi : seni lukis, seni grafis, seni patung, seni instalasi dan seni pertunjukan.







Wanita-menyusui karya hendara


Bunga Matahari karya Vincent Van Gogh




b. Seni Patung


Seni patung merupakan karya seni rupa yang memiliki ukuran tiga dimensi, Media yang digunakan sangat beragam, antara lain, kayu, batu, marmer, tembaga, semen, gips, dan pasir. cara pembuatannya juga bermacam-macam, antara lain, dengan teknik membentuk, cor atau cetak, pahat, dan las.











Discus Thrower karya Myron (Yunani Kuno), dan The Kiss-Auguste Rodin (Prancis)


















c. Seni Grafis
Seni grafis adalah Karya seni rupa dua dimensi yang cara pembuatannya dengan teknik cetak.





















d. Seni Kriya

Seni kriya adalah karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang pembuatan nya mengutamakan keterampilan tangan tangan dengan tingkat ketelitian dan kerajinan yang tinggi. oleh karna itu seni kriya disebut juga seni kerajinan (Crafts). ada bermacam-macam karya seni kriya, antara lain, Kriya kayu kriya kulit(Tatah Sungging) kriya logam, batik dan anyaman.






• RAGAM SENI RUPA
1. Wujud Seni Rupa Murni
a. Seni Rupa Dua Dimensi
Seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja.
Lukisan berciri khas Bali

b. Seni Rupa Tiga Dimensi
Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi atau memiliki isi atau ruangan. Seperti patung, bangunan, keramik/gerabah, seni instalasi, dan seni kriya. Seni rupa murni yang berbentuk tiga dimensi seperti seni patung, seni instalasi.







Seni instalasi
c. Seni Relief
Seni relief adalah merupakan perpaduan seni dua dimensi dan seni tiga dimensi. Dilihat bentuknya relief masuk dalam kategori tiga dimensi tetapi kalau dilihat dari sudut pandang masuk dalam kategori dua dimensi, karena hanya dapat dinikmati dari arah depan saja.





Relief batu candi
2. Seni rupa murni modern
Tema-tema di dalam pembuatan karya seni rupa murni antara lain sebagai berikut.
a. Hubungan antara manusia dengan dirinya
Seni rupa merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menuangkan gagasan atau ide dari seseorang.. Seperti pelukis Raden Saleh, Basuki Abdullah, Affandi, S. Sudjojono, dan Vincent van Gogh.






Potret diri karya Affandi
b. Hubungan antara Manusia dengan Manusia Lain
Seorang perupa kadangkala dalam mengekspresikan citarasa keindahan menggunakan objek orang-orang yang ada disekitarnya. Seperti istrinya, anak-anaknya, orangtua, saudaranya, temannya, tetangganya, kekasihnya, sahabatnya, atau orang-orang yang ada dalam fikirannya.
Lukisan hubungan manusia dengan orang lain

c. Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya
Alam sekitar yang sangat menarik bagi para pelukis untuk mengungkapkan citarasanya, sering dijadikan objek untuk lukisannya. tokoh pelukis yang sering menggunakan alam sebagai objek seperti Basuki Abdullah, Raden Saleh Bustaman, Dullah, Pirngadi, Henk Ngantung, Wakidi, S. Sudjojono. Hubungan manusia dengan alam












Hubungan Manusia Dengan Alam sekitar










d. Hubungan antara Manusia dengan Benda
Benda-benda di sekitar kita memiliki keunikan tersendiri bagi para pelukis, sehingga menjadikan benda-benda tersebut menjadi objek lukisannya.













Hubungan manusia dengan alam benda






e. Hubungan antara Manusia dengan Aktifitasnya
Aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari yang beragam membuat perupa ingin mengabadikan kegiatan tersebut dalam media lukisnya.









Manusia dengan aktivitasnya

f. Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal
Yaitu Karya seni rupa yang dibuat pada dasarnya tidak dapat dijumpai di alam nyata.

Hubungan manusia dengan alam khayal
Corak Karya Seni Rupa Murni
a. Tradisional
Corak seni rupa tradisional merupakan corak turun-temurun. Gaya ini juga terbagi menjadi dua, yaitu primitif dan klasik.
1) Primitif
Karya seni bergaya primitif memiliki sifat sederhana dalam hal bentuk dan warnanya. Karya seni rupa primitif di Nusantara seperti hasil karya seni patung dari suku Asmat di Papua, di mancanegara hasil karya seni patung suku Amborigin di Australia.






Patung primitif suku asmat
2) Klasik
Karya seni rupa klasik adalah pada masa kerajaan Hindu-Budha berjaya di wilayah Nusantara. Pada masa klasik ini merupakan masa peralihan dari masa seni rupa primitif menjadi seni rupa yang memiliki corak rumit dan ornamental. Corak klasik ini dipengaruhi oleh budaya India, hal ini dapat dilihat dari karya seni rupa pada candi-candi peninggalan Hindu-Budha.

Relief Candi Borobudur
b. Modern
Perubahan corak seni rupa tradisional ke seni rupa modern adalah corak karya seni rupa yang sudah mengalami kemajuan, perubahan, dan pembaruan. Gaya seni rupa ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu gaya representatif, gaya deformatif, dan gaya abstraksionisme (nonrefresentatif).
1) Gaya Refresentatif
Pengertian refresentatif adalah nyata atau sesuai dengan keadaannya. Gaya seni rupa yang termasuk dalam gaya refresentatif adalah sebagai berikut .
a)Realisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup.
Tokohnya: Annibale Carracci, Gustave Courbert, Theodore Chasseriau, Thomas Couture. Jean francois, millet, dan honore daumier.








Annibale Carracci "Butchers Shop"











Thomas Couture "A Realist"





b) Naturalisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam
Tokohnya antara lain John Constable, William Hogart, Frans Hall.






Rembrandt "The Anatomy Lesson of Dr. Tulp"


Paul Alfred Curzon "The Afternoon Pasttime"


c) Romantisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya mengandung cerita, baik cerita binatang maupun manusia.

Tokoh-tokhnya antara lain :
a.Eugene Delacroix
b.Theodore Gericault
c.Jean Baptiste
d.Jean Francois Millet


Tokoh yang betul-betul pemberontak dan pertama kali menancapkan panji-panji romantisme adalah Teodore Gericault (1791-1824) dengan karyanya yang berjudul “RAKIT MENDUSA”. Romantisme berasal dari bahasa Perancis “Roman” (cerita), sehingga aliran ini selalu melukiskan sebuah cerita tentang perbuatan besar atau tragedy yang dahsyat.



Eugene Delacroix "Liberty Leading the People"


2) Gaya Deformatif
Pengertian deformatif adalah perubahan bentuk dari aslinya, sehingga menghasilkan bentuk baru namun tidak meninggalkan bentuk dasar aslinya. Yang tergolong dalam gaya seni rupa ini adalah :
a) Impresionisme, adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis.

Tokohnya : Eduard Manet, Claude Monet,Auguste Renoir, Edward Degas dan Mary Cassat. Impresionisme/Realisme Cahaya/Light Painting (1874)







Bal au Moulin de la Gallet karya Renoir (1876)

b) Ekspresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa sang pelukis yang spontan pada saat melihat objek lukisannya. Tokohnya: Edward Munch, Ernst Barlach.





Edward Munch "Scream"















Ernst Barlach "Wanderer I'm Wind"



c) Surealisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya melebih-lebihkan kenyataan. Dalam karya aliran ini, alam nyata dan keserbabisaan mimpi terpadu, sehingga menampakkan kesan aneh atau fantastik. Selanjutnya terdapat dua kecenderungan, yaitu:
• Surealisme Figuratif
Penampakannya masih realistik, meskipun tidak wajar, sehingga penguasaan teknik masih diperlukan. Tokohnya: Carlo Carra, Gino Severini, Giorgio de Chirico, Marc Chagal, Salvador Dali.









Gino Severini "Soggiorno Romantico Toscana"





• Surealisme Abtraktisme
Sudah digayakan mendekati abstrak.Tokohnya: Joan Miro, Paul Klee, Wilfredo Lam




Joan Miro "Harlequin Carnival"



Wilfredo Lam "The Jungle"

d) Kubisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya berupa bidang segi empat atau bentuk dasar kubusTokohnya: Pablo Picasso, Max Beckman, Henri Moore,
Fernand Leger, A. Archipenko, Juan Gris.
Selanjutnya berkembang menjadi dua konsep sebagai berikut.
Kubisme Analitis


Pablo Picasso "Les demoiselles d'Avignon"




















Kubistis Dianalisis
Objek dianalisis, dipecah, dan dipandang dari berbagai sudut kemudian dilukis atau dibentuk sekaligus.





Archipenko "Boxer" (Terakota
• KubismeSintesisObjek seakan-akan disusun dari bidang/bentuk yang berlainan, saling tumpah tindih sehingga membentuk tampilan yang unik.


Fernand Leger "The Bagerman"
Lukisan kubisme mengedepankan bentuk-bentuk germetris. Tokoh kubisme yang sangat terkenal adalah Picasso dan Paul Cezanne, tetapi di samping kedua tokoh ini masih banyak tokoh lain yg menganut Kubisme seperti Juan Gris dll.
Lukisan kubisme “Friendship” karya Pablo Picasso




e) Futurisme, yaitu aliran seni lukis yang berusaha menampilkan kedinamisan dan berusaha mengutarakan gerak dan khayalan masa yang akan datang.
Tokoh aliran ini antara lain :
Carlo Carra
Buido Severini
Umbirto Boccioni
F.T Marineti










f) Fauvisme, Nama fauvisme berasal dari bahas Prancis “Les Fauves”, yang artinya binatang liar. Aliran fauvisme sangat mengagungkan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya seperti pohon berwana 0ranye/jingga atau lainnya. Lukisan-lukisan fauvis betul-betul membebaskan diri dari batasan-batasan aliran sebelumnya.
Tokohnya: Henri Matisse, Andre Derain, George Rouault, Maurice de Vlaminck



Andre Derain "Drying Sail"



Henri Matisse "Harmony in Red




3) Gaya Abstraksionisme
Gaya abstraksionisme adalah suatu bentuk yang sulit untuk dikenali. Bentuk dasar dari gaya ini sudah meninggalkan bentuk aslinya.. Tokohnya adalah Wassily kadinsky, Naum Goba.
Abstrak Ekspresionisme/Non-Figuratif
Ekspresi gejolak jiwa yang digambarkan secara spontan dan abstrak. Tokoh: Ashile Gorky, Wassily Kandinsky, Roberto Matta.


Roberto Matta "Personages Rythmiques"


Ashile Gorky "The Liver is the Cock's Comb"


Selanjutnya terbagi lebih spesifik menjadi:
Color Field Painting
Menampilkan bidang-bidang yang relatif lebar berwarna. Tokoh: Francis Picabia, Ben Nicholson.













Neoplastisisme
Konsepnya adalah pembebasan esensi atau unsur seni rupa seperti garis dan warna dari beban peniruan alam. Bidang datar tidak untuk memanipulasi gambaran ruang. Pemurnian dan penyederhanaan ini diusahakan untuk mencapai universalitas. Tokoh: Piet Mondrian.



Kasimir Malevich "Suprematism"






Piet Mondrian "Composition with Red, Yellow, and Blue"

Konstruktivisme
Penganut aliran ini berusaha mengonstruksi bentuk tiga dimensi/trimatra yang abstrak menggunakan bahan bangunan modern dari besi, kawat, kayu, dan plastik. Tokoh: Vladimir Tatlin, Antonie Pevner, Naum Gabo, Alexander Calder, Max Bill.



Alexander Calder "Red Pointed Iron"



Naum Gabo "Column"
Optical Art
Unsur yang dipakai adalah bentuk geometris yang berulang. Garis, bentuk,, dan warna diatur dengan akurasi yang tepat untuk memunculkan kesan tekstur atau ruang yang dapat mengelabu penglihatan. Mengutamakan kesan ilmiah dan kurang memperhatikan ekspresi. Tokoh: Victor Vasarely, Richard Anuszkiewicz.




Richard Anuszkiewicz "Entrance to Green"






Victor Vasareli "Vega Kontosh"

Pop Art (1970-an)
Pop Art merupakan perkembangan seni yang dipengaruhi oleh transformasi budaya populer yang terjadi di masyarakat. Budaya materialisme dan komersial pada kota metropolis seperti: fotografi, film, model/desain, iklan tokoh idola, merupakan sumber inspirasi yang memotivasi gerakan ini.
Pop Art sering menggunakan media campuran dalam karyanya. Misalnya lukisan dengan gaya foto, berbagai kombinasi antara lukisan, ukiran, atau patung kayu, logam, plastik, gibs, rongsokan, dan bahan lainnya. Pengaruh Dadaisme membuat kita kadang tersenyum jika melihat tampilan karya seninya.
Tokoh: Audrey Flack, Bill Woodrow, James Rosenquist, Klimt Gustaf, Peter Blake, Richard Hamilton, Robert Rouschenberg, Vladimir Baranov.




Richard Hamilton "Interior II"




Vladimir Baranov "Simphony Number 1"
• Post Modern
Adapun karya seni rupa post modern/posmodern dapat dibagi menjadi sebagai berikut.
• Posmodern Terapan/Modernisme
Art Nouveau/Art Deco
Gaya ini berkembang didasarkan dekorasi garis lengkung meliuk baik simestris atau asimetris sebagai adaptasi bentuk ornamen dan wujud keterampilan membentuk barang dengan mesin.



Gerbang Kemenangan Paris





Kursi Oval

Estetika Mesin
Konsepnya agak bertentangan dengan art deco. Benda atau karya yang dibentuk dengan bantuan alat atau mesin tampil apa adanya tanpa ornamen yang rumit.











Gaya Internasional
Merupakan pengembangan konsep sebelumnya yang cenderung diterapkan pada arsitektur bangunan.






Gaya Aerodamis
Gaya ini diterapkan untuk mendesain kendaraan berkecepatan tinggi agar diperoleh tingkat aerodinamis yang maksimal. Namun, kemudian berkembang pada benda seni akai yang lain.


Ferrari



Kereta cepat

Hi-Tec
Desain dengan gaya ini dirancang praktis untuk kebutuhan barang-barang teknologi tingkat tinggi agar mencapai tingkat efisiensi yang maksimal.
Bio Desain
Gaya bio desain merupakan desain hi-tec yang lebih fleksibel atau luwes karena diadaptasikan dengan bentuk yang ada di alam (hewan, tumbuhan, dan sebagainya).


















The Big Bug
Posmodern Murni/Ekspresif
Gaya ini mungkin dapat diterapkan pada seni pakai, tetapi kecenderungannya lebih digunakan untuk berekspresi/sensasi. Berikut ini adalah contoh seni posmodern ekspresif.




Louise Nevelson "Royal Tide IV"










David Mach "Polaris"
Tersusun dari tumpukan ban



Macam-Macam Puisi Lama

Macam-macam puisi lama


Tempat kue dalam toples
Disimpan dijajar-jajar
Kalau kita ingin sukses
Jangan lupa giat belajar

Kalau kita keluar kota
Jangan lupa bawa gergaji
Kerukunan akan tercipta
Bila saling menghargai

Main suling kawih madenda
Musik dari tatar sunda
Kalau kita saling mencela
Permusuhan dimana-mana

Contoh Procedure Text

How To Make a Cup of Coffee

Ingredients:
• water
• a spoon of coffee powder
• 2 spoons of sugar

Steps:
1. First, boil water.
2. Second, put a spoon of coffee powder and 2 spoons of sugar into a cup.
3. Third, put the boiling water into the cup.
4. Fourth, stir well.
5. At least , a cup of coffee ready to drink ! :)

Procedure Text : How to make Sandwich
Materials:
● Two slices of bread
● Something inside (fried-egg, strawberry jam, chocolate sprinkles, a sausage, etc.)

Procedure:
● First of all, take two slices of bread.
● Spread the bread with butter or margarine
● Then, put anything you like on top of the bread on one slice. You can have a fried egg, some strawberry jam, (or any kind of jam), chocolate sprinkles, a slice of cheese, a sausage, or something else.
● After that, join the two slices of bread together, and your sandwich is ready!





How To Make a lemon tea
Materials:
● A glass of tea
● Two spoonfuls of sugar
● Ice cubes
● A slice of lemon tea
Steps:
● Make the tea a bit strong because when you add the lemon it will get thinner.
● After the tea is ready, squeeze the lemon according to your own taste.
● Add some ice cubes, and your iced-lemon tea is ready.

How To Charge Handphone Battery
prepare your :
- hand phone
- battery charger

Steps :
1. Connect the charger to your hand phone, the flash symbol on the charger plug must face upward.
2. Wait until the battery icon appears on the screen.
3. Charge the battery approximately 5 hours or until the battery icon indicates that the battery is fully charged.
4. Remove the charger by pulling out from your hand phone.

Otonomi Daerah

1. Pengertian Otonomi Daerah
Otonomi daerah adalah hak wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundangt-undangan.
2. Tujuan Otonomi Daerah
Adapun tujuan pemberian otonomi daerah adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan pelayanan masyarakat yang semakin baik.
2. Pengembangan kehidupan demokrasi.
3. Keadilan.
4. Pemerataan.
5. Pemeliharaan hubungan yang serasi antara Pusat dan Daerah serta antar daerah dalam rangka keutuhan NKRI.
6. Mendorong untuk memberdayakan masyarakat.
7. Menumbuhkan prakarsa dan kreatifitas, meningkatkan peran serta masyarakat, mengembangkan peran dan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
3. Syarat-syarat pembentukan Otonomi Daerah
Syarat-syarat pembentukan daerah sesuai dengan pasal 5, antara lain :
• Administrasi
1) Untuk provinsi meliputi persetujuan DPRD provinsi dan Gubernur.
2) Untuk kabupaten/kota meliputi persetujuan DPD kabupaten/kota dan Bupati/Walikota.
• Teknis, meliputi faktor sebagai berikut :
1) Kemampuan ekonomi.
2) Potensi daeah.
3) Social budaya.
4) Social politik.
5) Kependudukan.
6) Luas daerah.
7) Pertahanhan.
8) Keamanan.
9) Factor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah.
• Fisik, meliputi :
1) Paling sedikit 5 kabupaten/kota untuk pembentukan provinsi.
2) Paling sedikit 4 kecamatan untuk pembentukan kabupaten.
3) Paling sedikit 4 kecamatan untuk pembentukan kota.
4. Dasar hukum diselenggarakan otonomi daerah di Indonesia
Dasar hukum otonomi daerah yaitu :
1. UUD 1945 pasal 18
2. UU No. 32 tahun 2004
3. Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang No. 3 tahun 2003
5. Bentuk dan Susunan Pemerintah Daerah
1. Dewan perwakilan rakyat Daerah (DPRD)
DPRD merupakan lembaga yang berperan sebagai badan legislative di daerah baik di provinsi, kabupaten maupun kota. DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat di dearah merupakan wahana untuk melaksanakan demokrasi Pancasila. Dan dipilih melalui pemillu.
2. Pemerintahan Daerah
Pemerintah daerah merupakan lembaga di daerah yang berperan sebagai badan eksekutif daerah. Berdasarkan UUD 1945 pasal 18 ayat 4 pemerintah daerah yang dibentuk di wilayah provinsi, kabupaten dan kota ini dipilih secara demokratis. Dlam menjalankan kewenangannya, pemerintah daerah berhak menetpkan peraturan daerah dan peraturan lainnya untuk melaksanakn otonomi dan tugas bantuan.
6. Syarat-syarat Pembentukan daerah Otonom
Wilayah Negara kesatuan RI dapat dijadikan sebagai daerah otonom apabila daerah tersebut memenuhi persyaratan, yaitu :
a. Kemampuan ekonomi
Untuk menjadi daerah otonom, suatu daerah harus mempunyai kemampuan ekonomi yang memadai agar jalannya pemerintahn tidak tersendat-sendat dan pembangunan dapat terlaksana dengan baik.
b. Luas daerah
Untuk menjadikan daerah otonom diperlukan luas wilayah tertentu, sehingga keamanan dan stabilitas serta pengawasan dari pemerintah daerah dapat dijalani dengan baik.
c. Pertahanan dan Keamanan Nasional
Hankam suatu daerah merupakan modal penting utama bagi jalannya sebuah pemerintahan.
d. Syarat-syarat lain
Artinya yaitu segala sesuatu yang memungkinkan daerah untuk dapat melaksanakan pembangunan dan pembinaan kestabilan politik serta persatuan dan keatuan bangsa dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab.
7. Asas-asas Otonomi Daerah
• Asas Sentralisasi adalah pemusatan seluruh penyelenggaraan pemerintah Negara dengan pemerintah pusat.
• Asas Desentralisasi adalah segala pelimpahan kewenangan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.
• Asas Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah gubernur sebagai wakil pemerintah dan perangkat pusat di daerah.
• Asas Pembantuan adalah asas yang menyatakan turut serta dalam pelaksanaan urusan pemerintah yang ditugaskan kepada pemerintah daerah dengan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan kepada yang memberi tugas.
8. Kewenangan yang dimiliki oleh daerah otonom
• Kewenangan Politik
Adanya otonomi daerah, rakyat melalui DPRD memiliki kewenangan memilih kepala daerah sendiri.
• Kewenangan Administrasi
Menyangkut keuangan pemerintah pusat dengan memberikan uang kepada daerah untuk mengelola karyawan dan organisasi.

Cara Mudah Membuat Pola Dasar Rok

PRAKTEK MEMBUAT POLA DASAR ROK Data ukuran untuk praktek : Lingkar pinggang : 62 cm Tinggi hip : 18 cm (jarak dari pinggang hingga bagian panggul yang terbesar) Lingkar hip : 88 cm Panjang Rok : 62 cm Langkah : 1. Tarik garis dari titik A ke B panjang= panjang rok 2. Tarik garis dari A ke C, panjangnya = 18 cm = Tinggi hip 3. Tarik garis dari C - D, lalu buat segiempat (lebar= L hip/4+1-1) 4. Dari D tarik garis k dan ke bawah 10 cm.beri tanda, dan ukur 1,5 ke arah kanan (E) 5. Buat garis miring dari D ke E lalu perpanjang ke atas dan ke bawah 6. Tarik garis A-A1 panjangnya = L hip/4 + 0.5 - 1, dari A1 ke F, beri simbol o. 7. Untuk garis H-H1 panjangnya L Hip/4 + 0.5 + 1, dari H1 ke M beri tanda Q. 100%; VISIBILITY: hidden; CLEAR: both"> Langkah : 1. Dari titik F masuk ke dalam antara 1,5 - 2 cm, beri tanda, lalu dari tanda tarik ke atas 0.7 cm. 2. Bagi garis AF (setelah dikurangi 1,5 - 2 cm) menjadi 3 bagian. 3. Beri tanda pada garis AF setelah diukur LP/4 + 0.5 - 1 (A1), lalu ukur sisanya sampai batas 1(= o) 4. Untuk kupnat, dari titik pertama mundur 1 cm, buat titik kupnant lebar kupnat = o, ambil titik tengah lalu tarik garis ke bawah 10 - 11 cm 5. Bagi menjadi 3 bagian pada rok yang paling bawah. 6. Untuk pola depan tarik garis dari titik H=8.5 cm ke arah dalam, beri tanda. 7. Lebar kupnat = Q, ambil titik tengan, tarik garis kebawah panjang 10-11 cm. ________________________________________ Langkah : 1. Bentuk rok denga menggunakan garisan lengkung. 2. Bentuk kupnat